Ekonomi Syariah Mesti Menyentuh Masyarakat Pedesaan

Rektor Unisba, Thaufiq Boesoirie memberikan pemaparan saat menerima kunjungan pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jabar di Aula Rektorat Unisba
Rektor Unisba, Thaufiq Boesoirie memberikan pemaparan saat menerima kunjungan pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jabar di Aula Rektorat Unisba

Selain terus menyosialisasikan ekonomi syariah, ruang lingkup konsep tersebut juga mesti terus diperluas dan tidak hanya terpaku terhadap permasalahan perbankan saja. Maka dari itu, sejumlah bidang dari beberapa profesi tertentu mesti disentuh oleh konsep ekonomi tersebut. Beberapa contoh bidang tersebut yakni profesi di dunia kedokteran dan notaris.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Islam Bandung (Unisba), Thaufiq Boesoirie saat acara audiensi Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jabar dengan Unisba di Aula Rektorat Unisba, Jln. Tamansari, Bandung pada Selasa (19/2/2013). “Bila rumah sakit syariah atau pusat pelayanan kesehatan syariah bisa dimunculkan, maka ini akan menjadi manfaat sekaligus peluang yang baik,” katanya.

Pada rumah sakit tersebut, ia mengatakan, terdapat pelayanan terpadu 24 jam, lalu baik obat maupun cara pengobatannya halal. “Di samping itu semua, pembayarannya juga rasional dan tidak berlebihan. Sementara itu, salah satu pasar potensialnya adalah masyarakat pedesaan yang merupakan 60 persen dari total penduduk di Jabar sebanyak 46 juta jiwa,” kata Thaufiq.

Menurut dia, keberhasilan sebuah organisasi masyarakat, termasuk MES Jabar, adalah jika bisa menyentuh masyarakat di pedesaan. “Jumlah mereka ada sekitar 27,6 juta jiwa. Bukan suatu hal yang mudah memperkenalkan sebuah konsep ekonomi syariah pada sejumlah bidang yang telah mereka kenal sekian lama dengan cara konvensional,” ujarnya.

Maka dari itu, dirinya menekankan, kalangan menengah atas mesti diberikan pemahaman mengenai konsep ekonomi syariah sementara kalangan masyarakat bawah bisa turut menikmati hasilnya. “Bila MES Jabar bisa melakukan perluasan lingkup, memiliki konsep ilmiah, dan produknya juga ilmiah sehingga bisa diaplikasikan, maka hal tersebut akan menjadi model dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas,” katanya.

Anggota Bidang Pengembangan Lembaga Keuangan Bukan Bank MES Jabar, Ali Soemawilaga mengatakan, sejauh ini MES Jabar terus mengupayakan dukungan dari berbagai pihak di antaranya sejumlah lembaga profesi yang berpengaruh di Jabar dan pemda. “Salah satu contohnya dengan asosiasi notaris dalam upaya untuk mewujudkan sertifikasi notaris syariah dan beberapa pihak terkait di pemda untuk membuat regulasi yang mendukung pengembangan ekonomi syariah,” tambahnya.

Dirinya berharap, MES Jabar dapat menjadi hub (penghubung) antara konsep ekonomi syariah dengan sejumlah pihak. “Dengan demikian, pemahaman tersebut bisa meluas dan masyarakat tidak lagi salah memahami mengenai ekonomi syariah. Selain itu, adanya aplikasi yang luas terhadap konsep tersebut akan semakin meningkatkan eksistensi ekonomi syariah di Indonesia khususnya Jabar,” kata Ali. (pikiran-rakyat.com)