Pemkot Surakarta Beri Kemudahan Izin Investasi

Solo Paragin Hotel Residence (Foto: Trip Advisor)
Solo Paragin Hotel Residence (Foto: Trip Advisor)

Pemerintah Kota Surakarta, Jawa Tengah, akan mempermudah pengurusan perizinan investasi dan pembayaran restribusi secara angsuran sebagai insentif kepada penanam modal pengembangan Solo utara.

Langkah ini sebagai upaya pemkot menarik minat investor berinvestasi di Solo utara, kata Kepala Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (BPMPT) Pemkot Surakarta, Toto Amanto di Solo, Senin.

Ia mengatakan, pembayaran retribusi akan bisa dilakukan dengan sistem angsuran, tidak harus langsung dilunasi.

“ kami berikan kelonggaran kepada investor untuk mengangsurnya. Tapi ada syaratnya, tidak boleh lebih dari satu triwulan,” katanya, seperti diberitakan oleh Antara Jateng, Senin, (14/11/16).

Insnetif bagi Investor

Ia mengatakan, selain itu pemkot juga kini tengah menyiapkan regulasi terkait pemberian insentif bagi para investor yang menanamkan modal di Solo tara. Insentif yang bisa diberikan kepada investor, seperti pembebasan retribusi izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Investor juga bisa memperoleh insentif tambahan berupa pembebasan pajak reklame untuk jangka waktu tertentu.

Kebijakan insentif itu akan dituangkan dalam peraturan wali kota (perwali). Peraturan tersebut dinilai cukup untuk dijadikan landasan hukum pemberian insentif. Namun, pihaknya belum bisa memastikan besaran insentif yang bisa diberikan, karena harus dibahas dengan dinas lain.

Ia mengatakan, selama ini pengembangan kota masih terpusat di wilayah Solo tengah dan selatan. Sedangkan untuk wilayah Solo utara belum banyak dilirik oleh para investor. Padahal beragam kemudahan telah diberikannya.

Dikatakan pengembangan kawasan Solo utara bisa berjalan baik harus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Termasuk akses sarana dan prasarana jalan di kawasan tersebut. Toto mengatakan tanpa adanya akses jalan yang bagus pengembangan kawasan Solo Utara tidak akan berjalan maksimal.

Merujuk data realisasi investasi di Kota Solo hingga September tahun ini tercatat mencapai Rp4,7 triliun. Investasi yang diperoleh itu jauh melampaui investasi 2015 lalu, senilai Rp2,3 triliun. Pihaknya terus fokus dalam pengembangan wilayah Solo utara, sesuai dengan kebijakan Wali Kota Surakarta.